Jumat, 23 Oktober 2009

SURAT , DAFTAR PUSTAKA DAN CATATAN KAKI

SURAT

Surat adalah suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi oleh suatu pihak kepada pihak lain.Informasi tersebut berupa pemberitahuan, permintaan, perintah,permintaan,atau laporan.

A. FUNGSI SURAT

1.Alat untuk menyampaikan informasi berupa pemberitahuan, pernyataan, permohonan,ataupun buah pikiran.
2. Alat bukti tertulis.,misalnya surat perjanjian.
3. Alat untuk mengingat ,misalnya surat-surat bersejarah.
4. Pedoman kerja, misalnya surat keputusan atau perintah.

B.JENIS SURAT BERDASARKAN KEPENTINGANNYA

1. Surat Pribadi, yaitu surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.Surat-surat pribadi itu timbuldalam pergaulan hidup sehari-hari dan terjadi dalam komunikasi antara anak dan orang tua, antarkerabat,antarteman,dll.

2. Surat Dinas,yaitu segala komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi.Surat dinas merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat penting dalam pengelolaan administrasi.Surat ini dikeluarkan oleh pihak instansi kepadainstansi lain, dari instansi ke perseorangan, atau sebaliknya.

3. Surat Niaga, yaitu surat yang dipergunakan orang atau badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga,misalnya perdaganga, perindustrian, atau jasa.

4. Surat Resmi (social) yaitu segala bentuk surat yang digunakan dalam kegiatan /organisasi kemasyarakatan,misalnya surat KTP,Akta Kelahiran, Surat Izin Mengendara, Surat-surat yang dikeluarkan oleh suatu organisasi, misalnya Organisasi Kepemudaan, PMI, dll.

Surat resmi memiliki kekuatan hukum, yang berarti jika terjadi permasalahan dapat diselesaikan lewat jalur hukum.(Surat Dinas, dan Niaga termasuk surat resmi)

C. JENIS SURAT BERDASARKAN SASARAN/TUJUANNYA

1. surat pemberitahuan
2. surat keputusan
3.surat perintah
4. surat permintaan
5.surat panggilan
6. surat laporan
7 surat penawaran,
8.surat undangan
9. surat lamaran pekerjaan
10. surat tugas, dll.

D. JENIS SURAT BERDASARKAN ISINYA
1. Surat biasa, berisi hal-hal yang bersifat umum,misalnya surat izin, surat undangan.
2. Surat konfidensial, yaitu surat yang menyangkut urusan pribadi, misalnya surat cinta, surat kepada keluarga.
3. Surat rahasia yaitu surat yang hanya boleh diketahui oleh orang yang bersangkutan.

E. JENIS SURAT BERDASARKAN SIFATNYA

1. Surat biasa, yaitu surat yang sifatnya umum,seperti surat izin, surat kelahiran, ijazah.
2. Surat edaran yaitu surat yang dikirimkan kepada banyak orang atau instansi dengan isi yang sama.
3.Surat pengumuman yaitu surat yang berisi pengumuman kepada khalayak secara umum.

F. JENIS SURAT BERDASARKAN TINGKAT PENYELESAIANNYA.

1. Surat biasa, yaitu menggunakan perangko biasa,dengan demikian sampai pada alamat secara normal.
2. Surat kilat, yaitu menggunakan perangko kilat, dengan demikian sampai pada si alamat dengan cepat.
3. Surat kilat khusus, yaitu menggunakan perangko kilat khusus dengan demikian sampai kepada si alamat dengan sangat cepat.

G. JENIS SURAT BERDASARKAN WUJUDNYA

1. surat bersampul
2. kartu pos
3. warkat pos
4. faksimili
5. memorandum
6. not

H. JENIS SURAT BERDASARKAN FORMATNYA

1. Full Block Stile ( Bentuk Lurus Penuh ) 2. Block Stile ( Bentuk Lurus )
















3. Semi Block Stile ( Bentuk Setengah Lurus ) 4. Indented Stile ( Bentuk Lekuk )















5. Bentuk Resmi Indonesia Lama 6. Bentuk Resmi Indonesia Baru
















I. BAGIAN-BAGIAN SURAT RESMI/DINAS/NIAGA

1. Kepala Surat , ditulis nama instansi atau perusahaan.alamat, logo,dll. Penulisan kepala surat tidak boleh ada singkatan., tidak diakhiri dengan tanda titik.
2. Tanggal surat, ditulis tanpa menggunakan tempat, karena telah ada dalam kop surat, tidak diakhiri dengan tanda titik.
3.Nomor Surat, berisi nomor seri surst, nomor kode, dan tahun.
4. Lampiran, diisi jumlah lampiran yang disertakan dalam surat tersebut, jika ada.
5. Perihal surat, apa isi surat tersebut.
6. Salam pembuka, ditulis dengan awal huruf besar dsan diakhiri dengan tanda koma, mis.” Dengan hormat,”
7. Isi Surat, terdiri atas tiga bagian yaitu alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup.
8. Salam penutup, berupa kata penutup,mis. “Hormat kami,”
9. Tanda tangan, sebagai bukti keabsahan surat.
10. Nama terang
11. Jabatan
12. Tembusan, kalau ada.

CONTOH JENIS SURAT:


A. SURAT PERJANJIAN JUAL BELI

Surat perjanjian jual beli dibuat jika terjadi transaksi barang berharga, misalnya jual beli tanah, rumah, sewa-menyewa,dll.
Surat jual perjanjian jual beli ada dua macam, yaitu:
1. Surat perjanjian resmi(akta autentik) yaitu surat perjanjian resmi,yang disahkan oleh pihak notaris, artinya jika di kemudian hari terjadi permasalahan,dapat diselesaikan lewat jalur hokum.

2. Surat perjanjian tidak resmi (akta di bawah tangan )yaitu surat perjanjian yang hanya disaksikan oleh pejabat setempat (ketua RT,RW) atau bahkan hanya oleh tetangga yang bersangkutan. Surat ini meskipun sah, namun tidak berkekuatan hokum.

Ciri surat perjanjian jual beli yaitu:
1. Bentuk berupa pasal-pasal
2. Isi berupa kesepakatan kedua belah pihak
3. Bahasa bersifat resmi (hukum).
(contoh pada buku paket hal. 28)
B. SURAT MEMORANDUM
Surat memorandum merupakan salah satu jenis surat resmi, namun hanya digunakan untuk menyampaikan pesan dalam lingkup instansi atau perusahaan, baik oleh atasan kepada bawahan atau sebaliknya.
Ciri surat memorandum
1. Bahasa resmi, namun harus singkat,padat,dan lugasnamun harus jelas.
2. Tidak terdapat kepala surat, namun hanya judul “MEMORANDUM/MEMO”
3. Bagian-bagiannya hanya ditulis yang penting,yaitu kepada, dari, perihal, tempat dan tanggal surat ditulis pada akhir isi, tanda tangan dan nama terang, tanpa ditulis jabatannya.(contoh pada buku paket hal. 54)



















DAFTAR PUSTAKA
( BIBLIOGRAFI )
Daftar Pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku ,artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang merupakan acuan bagi penulis karangan.
Daftar pustaka ditulis pada bagian akhir suatu karangan(jika karangan tidak terlalu panjang) atau di akhir bab,( jika bab-babnya panjang).

Hal-hal yang harus ada dalam daftar pustaka:
1. Nama pengarang
2. Judul buku
3. Data-data publikasi

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka:
1. Pengarang: nama pengarang ditulis dengan susunan terbalik,yaitu nama keluarga terlebih dahulu,mis. Abdul Chaer ditulis Chaer, Abdul.
2. Jika pengarangnya dua atau tiga, nama pengarang pertama ditulis dengan susun terbalik, sedangkan yang lain ditulis seperti biasa.
3. Jika pengarang lebih dari tiga, pengarang pertama ditulis susun terbalik, sedang yang lain cukup ditulis/disingkat et al. atau dkk.
4. Jika buku tersebut terdapat nama editornya, maka di belakang namanya disingkat (ed.)
5. Jika buku tersebut terdapat nama penerjemahnya, maka di belakang namanya diberi singkatan (pen.)
6. Jika buku tersebut tanpa pengarang, maka didaftarkan dengan nama /judul bukunya.

Catatan khusus:
A. Penulisan daftar pustaka berdasarkan urut abjad(alfabetis)
b. Gelar-gelar seyogyanya tidak ditulis.
c. Penulisan judul buku dengan huruf miring atau digarisbawahi.
d. Jika nama pengarang sama dengan di atasnya, cukup diberi tanda _____(panjang 5-7 huruf)

CONTOH_CONTOH:

a. Chaer, Abdul.1982. Kamus Dialog Melayu Jakarta Bahasa Indonesia. Cetakan ke-2.Ende-Flores:

Nusa Indah.

b. Hasti, Anidal,et al.1984. Kamus Istilah Sosiologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

c. Badudu, Y.S. 1995. Sari Kesusasteraan Indonesia I. Bandung : Pustaka.

d. _________ . 1997. Buku dan Pengarang. Bandung : Pustaka Prima.

e. Horizon, No.II.Oktober,2000.

f. Solo Pos,17 April, 2008.

g. Amran, S.A. “ Sekali lagi Teroris”, KOmpas, 24 Oktober,2008,hal.5.



CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah keterangan –keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.
Semua kutipan,baik langsung nmaupun tak langsung harus dijelaskan mengenai sumber asalnya dalam sebuah catatan kaki kalau memang cara tersebut yang digunakan.
Hubungan antara catatan kaki dan teks biasanya dinyatakan dengan:
1. penomoran (1,2,3,…)
2. tanda bintang atau asterisk [ * ]
3. tanda salib [+]
(Penomoran atau pemberian tanda penunjukan harus sama antara teks dan catatan kaki.
Bila dalam teks terdapat dua atau lebih catatan kaki ,maka catatan kaki pertama diberi nomor 1 atau tanda asterisk[*] atau tanda salib[+]. Catatan kaki kedua diberi nomor 2 atau [**] atau [++],dst.

Tujuan penulisan catatan kaki:
1. Untuk menyusun pembuktian: semua atau pernyataan penting harus didukung oleh pembuktian-pembuktian.
2. Menyatakan utang budi: yaitu utang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya.
3. Menyampaikan keterangan tambahan: yaitu untuk memperluas atau memperkuat uraian di luar persoalan.
4. Merujuk bagian lain dari teks: yaitu menyediakan referensi kepada bagian lain dari teks atau tulisan tersebut.Misalnya ,penulis memberi catatan untuk melihat uraian pada halaman atau bab lain yang telah diuraikan atau pun yang akan diuraikan pada teks berikutnya.Dengan demikian sering dijumpai singkatan ,seperti:
Cf atau conf yang berarti bandingkan dengan…….
Ut supra yang berarti seperti di atas
Infra yang berarti seperti di bawah
Syarat teknis catatan kaki:
1. Harus disediakan tempat secukupnya di kaki halaman karangan sehingga margin bawah tidak lebih sempit dari 3cm.
2. Sesudah baris terakhir teks, dalam jarak 3spasi harus dibuat sebuah garis dari margin kiri sepanjang 15 ketikan.
3. Dalam jarak 2 spasi dari garis tersebut dan 5-7 ketikan dari margin kiri mulai ditulis nomor atau tanda penunjukan yang lain.
4. Dari nomor atau tanda penunjukan, ½ spasi di bawahnya mulai ditulis catatan kaki.
5. Bila baris pertama kurang mencukupi, dilanjutkan di bawahnya, mulai dari margin kiri.
6. Jarak antarbaris dalam satu catatan kaki adalah 1 spasi, sedangkan antara catatan kaki satu dengan yang lainnya 2 spasi.(lihat bagan)


ATURAN PENULISAN CATATAN KAKI
1. PENGARANG
a. Nama pengarang ditulis dengan urutan biasa secara lengkap, mis. Prof. Dr. Suharto, S.H.
b. Bila ada 2 atau 3 pengarang, pengarang pertama ditulis lengkap, sedang penulis lainnya hanya nama singkatnya saja.
c. Bila ada 4 atau lebih pengarang, pengarang pertama ditulis lengkap, sedang yang lain disingkat et al. atau dkk.,dipisahkan dengan tanda koma.
d. Bila nama editor disertakan, di belakang namanya disingkat ed.,dipisahkan dengan tanda koma.
e. Bila tanpa pengarang, langsung ditulis judul buku atau artikelnya.

2. JUDUL
a. Penulisan judul buku , majalah, atau harian dengan huruf miring atau digarisbawahi.(judul artikel masuk dalam tanda petik)
b. Bila catatan kaki berikutnya sama dengan nomor sebelumnya, maka cukup ditulis:
Ibid.(Ibidem): pada tempat yang sama.(jika langsung di bawahnya,baik berupa buku maupun artikel)
Op.Cit. (Opere Citato): pada karya yang sama.( jika berupa buku, namun tidak langsung nomor berikutnya/ ada sela)
Loc. Cit. (Loco Citato) :Pada tempat yang telah dikutip. (jika berupa artikel, dan ada sela.)

3. DATA PUBLIKASI

1. a. Pada sebuah buku dicantumkan tempat,dan tahun terbit, atau tempat, penerbit, dan tahun terbit yang dimasukkan dalam tanda kurung.Mis. ( Jakarta,2000) atau (Jakarta :Gramedia,2000)
b. Untuksebuah majalah harus dicantumkan nama jilid,nomor halaman,tgl, bulan,dan tahun.Semua penanggalan masuk dalam tanda kurung,mis. (April,2000)
c. Untuk sebuah artikel dari harian,ditulis hari,tanggal,bulan,tahun, dan halaman, tanpa tanda kurung.

4. CONTOH-CONTOH

a. Referensi untuk seorang pengarang.

………………………………………………………………………………………….
Kekerabatan umat manusia di seluruh dunia menyebutkan bahwa dalam menganalisa suatu system kekerabatan di dalam masyarakat, mereka memandang akan istilah itu sebagai proses hubungan kemasyarakatan.1 Demikianlah……………………………………………………..

___________________________________

Dr. Gunawan Marwan, Sosiologi Kemasyarakatan,(Jakarta,2004),hlm.211.

b. Refernsi untuk 2 atau3 pengarang.

___________________________________

Prof.Harjdono Saputro, Hermawan, Hidayat, Humanisme dalam Kehidupan Masa Kini, (Bandung : Pariwara,2005),hlm.102.

c.Referensi untuk artikel Majalah

___________________________________

Samsuri,M.A.,”Sistem Fonem Indonesia”,Medan Ilmu Pengetahuan, Oktober,2000,hlm.232-3000.

d. Referensi untuk harian

__________________________________

Salma Amran,”Waspada Budaya Barat”,Kompas,19 Juni,2006,hlm.5.


SINGKATAN_SINGKATAN
1. c atau ca: singkatan dari circa: kira-kiraatau sekitar.
2. cap atau chap : dari kata caput atau chapter berarti bab.
3. et seq atau et seqq singkatan dari et sequent atau et sequentesyang artinya dan halaman atau halaman-halaman berikutnya. Mis. Hal.201 et seq, = hal.201 dan 202
Hal. 201 et seqq = hal.201,202,203,dst.
4.Ms. 9 manuscript atau naskah: tulisan tangan ( sekarang berarti tulisan tangan /ketik)
5. Passim:tersebar di sana sini
6.Ser: seri
7. [Sic!] : demikianlah seperti pada aslinya.
8. Vol: volume atau jilid.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar